Mengalirkan Senyum di Gunung Sindur: Kisah Hangat di Balik Sepasang Kambing Kurban Griya Kafil Yatim
Home News Mengalirkan Senyum di Gunung Sindur: Kisah Hangat di Balik Sepasang Kambing Kurban Griya Kafil Yatim
News

Mengalirkan Senyum di Gunung Sindur: Kisah Hangat di Balik Sepasang Kambing Kurban Griya Kafil Yatim

1 week ago
25 views

BOGOR, Griya Kafil Yatim - Pagi itu, Rabu (27/05/2026), udara sejuk di kawasan Perumahan GIS, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, terasa berbeda. Ada riuh rendah yang sarat akan rasa syukur. Di salah satu sudut kompleks, beberapa sukarelawan dari Yayasan Griya Kafil Yatim tengah sibuk mempersiapkan pisau penyembelihan, hamparan plastik penutup tanah, hingga jajaran wadah ramah lingkungan. Hari itu, agenda kemanusiaan berselimut religi bertajuk "Kurban Berkah" resmi digulirkan.

Ibadah kurban kali ini menjadi ruang bertemunya niat-niat suci yang digelorakan oleh para pekurban (mudhohi). Di atas tanah Bogor, dua ekor kambing jantan berbadan tegap menjadi saksi jembatan kebaikan tersebut.

Kambing pertama disembelih dengan untaian doa yang menggetarkan hati, dikhususkan sebagai hadiah ibadah terbaik untuk almarhum Bapak Kawirto. Sementara itu, satu ekor kambing lainnya bersumber dari ketulusan Bapak Achmad Syafei Nasution beserta Ibu Yustiningsih, yang diniatkan sebagai wujud ketakwaan dan rasa syukur atas limpahan nikmat kehidupan.

Prosesi ini tidak sekadar memotong hewan lalu membagikannya. Panitia pelaksana dari Yayasan Griya Kafil Yatim menerapkan standardisasi yang ketat sejak hulu. Hewan yang dipilih dipastikan lolos uji kesehatan dan sesuai dengan syariat Islam.

Saat penyembelihan selesai, penanganan daging mulai dari pencacahan, pemisahan tulang, hingga pengemasan dilakukan dengan prinsip higienitas yang tinggi. Hal ini sengaja diutamakan demi menjaga agar kualitas daging tetap segar, bersih, dan layak konsumsi saat sampai di tangan masyarakat.

Senyum paling cerah hari itu lahir dari para penerima manfaat (mustahik). Seluruh paket daging kurban dari kedua hewan tersebut didedikasikan penuh untuk kelompok masyarakat rentan yang membutuhkan uluran tangan. Fokus utama penyaluran ini menyasar pada anak-anak yatim yang kehilangan sandaran, keluarga dhuafa yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan harian, serta para lansia yang hidup dalam keterbatasan di sekitar Perumahan GIS Gunung Sindur.

"Kami memosisikan diri sebagai pemegang amanah yang harus bergerak cepat dan tepat. Kami ingin memastikan pesan kebaikan dari para mudhohi ini benar-benar menyentuh ruang keluarga mereka yang membutuhkan. Di tengah situasi ekonomi yang menantang, melihat binar bahagia di mata anak-anak yatim dan para lansia saat menerima paket kurban adalah berkah terbesar bagi kami," ungkap salah seorang pengurus yayasan yang mengawal langsung jalannya kegiatan di lapangan.

Guna menghindari kerumunan massal yang melelahkan bagi warga, pihak yayasan memilih metode penjemputan bola. Para relawan bergerak menyusuri gang-gang perumahan dan perkampungan, mengetuk pintu demi pintu (door-to-door) untuk mengantarkan langsung amanah tersebut. Dengan peta koordinasi yang matang bersama jajaran pengurus RT dan RW setempat, distribusi logistik kurban berjalan sangat tertib, efisien, dan dipastikan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar berhak.

Untaian Doa untuk para Pekurban (Mudhohi):

"Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih, terimalah dengan rida terbaik-Mu setiap jengkal amal ibadah kurban yang telah ditunaikan oleh para mudhohi. Khusus untuk almarhum Bapak Kawirto, jadikanlah kurban ini sebagai pelita yang benderang, penyejuk yang menenangkan, serta pemberat timbangan pahala kebaikan di alam barzah, dan tempatkanlah roh beliau di tempat termulia di sisi-Mu.
Kepada Bapak Achmad Syafei Nasution dan Ibu Yustiningsih, limpahkanlah selalu kesehatan yang prima, bentangkanlah keberkahan atas sisa usia mereka, serta luaskanlah pintu rezeki yang halal, mengalir, dan penuh berkah. Dan bagi keluarga besar Yayasan Griya Kafil Yatim, teguhkanlah hati mereka agar selalu istikamah mendampingi kaum papa dan menjadi penyalur kebaikan yang tepercaya. Jazakumullah khairan katsiran."


Bagikan Artikel

Facebook WhatsApp Twitter